Dibutuhkan Uluran Tangan…

Roda perputaran ekonomi memang sangat nyata mengubah perilaku masyarakat. Sesuatu yang menghasilkan lebih banyak akan dikejar orang. Misal: di Pariwisata yang menjanjikan pendapatan dollar, menyebabkan banyak orang beralih ke sektor ini. Sektor-sektor lain menjadi kembang kempis karena kehilangan sumber daya manusianya.

Contoh: sekarang ini profesi yang sudah ditinggalkan adalah bertani dan nelayan, yang biasanya terserap ke buruh pabrik.

Di Bali, yang mulai ditinggalkan adalah juga sektor kerajinan dan seni dan terserap ke sektor pariwisata non formal. Karena biasanya yang formal sudah terisi tenaga skill. Misal non formal pariwisata adalah: tukang kebun, satpam atau sopir.

Lalu apa yang terjadi jika ini terus berlanjut? Tentu saja Bali akan kehilangan roh-nya. Produk industri kreatif akan menurun kreatifitasnya. Dan kemungkinan 10 tahun mendatang akan ada penurunan kwalitas seni dan budaya yang kita miliki. Terdengar terlalu menyeramkan mungkin. Tapi simple-nya adalah akan lahir generasi tanpa skill yang bukan parktisi.

Tapi saya percaya roda itu akan terus berputar dan suatu saat akan ada generasi yang tak terdistorsi. Yang kemudian datang sebagai penyelamat di saat yang tepat.wp-1480946754522.jpeg

Iklan

Kemiskinan adalah gaya hidup

Kemiskinan selalu menjadi momok yang menakutkan di negeri ini. Sekencang apapun program pengentasannya, tampaknya dia masih saja tegar berdiri. Pemerintahan berganti, team ekonomi berubah, kebijakan digelontorkan, namun kayaknya bak ditelan pasir hisap triliunan anggaran yang telah di alokasikan.

Mungkin ini semacam penegasan bahwa harta benda dan materi, bukanlah resep yang paling manjur untuk menangani Kemiskinan yang cukup kronis di negeri ini. BLT lewat sebentar, raskin tak diminati,kredit mikro dan bantuan bergilir banyakan macet.

Mungkin ini adalah salah satu gaya hidup rakyat Indonesia, gaya hidup miskin. Yang sudah mendarah daging sejak kolonialisme membodohi kita. Gaya hidup miskin tak melulu milik orang tak berkecukupan, bahkan orang mampu pun menyukai itu.

Gaya hidup miskin adalah gaya hidup yang cenderung menjauhkan diri dari kemandirian, boros dan tidak sehat.

Tidak mandiri menyebabkan masyarakat terbiasa dengan subsidi. Mau nya gratis dan tak peduli itu bukan hak. Tentunya ini masalah mind set yang terlanjur dimanja sesuatu yang tanpa kita sadari menjadi candu untuk kita semua.

Boros adalah sikap yang tak memikirkan keberlangsungan kita dan generasi kita selanjutnya. Semuanya mau dihabiskan. Kita kadang boros bahkan disaat kita tak punya apa apa. Demi gengsi mungkin.

Tidak sehat adalah gaya hidup hampir semua rakyat Indonesia. Saat sehat kita korban kan waktu kita untuk kesenangan yang tak perlu. Kita menggerutu saat banyak sampah di sungai, tapi toh masih tetap buang sampah srmbarangan. Bahkan protes saat iuran sampah dinaikkan.

Tapi jangan salah juga, hidup Kaya tak mesti harus mewah. Pernah di satu desa saya melihat suatu keluarga yang hidup sederhana. Keluarganya rukun, pintar bertetangga, berjiwa sosial dan taat beribadah. Kebahagiaan yang melebihi kekayaan nenurut saya. Ketimbang lihat keluarga super sibuk yang hiburan satu-satunya adalah ke mall dan tempat bising lainnya.

 

Sendiri Itu Hanya Perasaan

Sedari lahir bahkan saat kita masih di kandungan bundapun kita tak pernah sendiri. Kita selalu menjadi bagian dari hiruk pikuknya suatu lingkungan.

Di perut ibu, kita ditemani lingkungan yang nyaman, yang bikin kita betah 9 bulan di sana. Sampai kemudian kita melihat dunia dimensi berikutnya.

Saat lahir dalam budaya apapun..ada kepercayaan kita ditemani saudara-saudara kita lainnya. ​Kita tak sendiri. Sama halnya dengan satu atom yang dikelilingi proton dan elektron di sekitarnya.

Jika demikian halnya maka..kita tak mesti takut lagi..kita senantiasa ada teman..dan hanya perasaan kita sajalah yang menciptakan kesendirian itu.

Membenci dan Menyayangi

Membenci? Jangan dulu anti dengan kata ini. Kita memang ditakdirkan terlahir dengan “bakat” ini dan seiring waktu kita semakin lihai melakukan ini. 

Lalu apakah ini wajar? Jawabannya..ya. Mari kita membenci diri sendiri dulu. Benci jika kita berbuat tak sesuai aturan,benci jika bicara kasar, benci korupsi dan kebencian-kebencian lainnya.

Mencintai..wow siapapun suka..(tapi lebih baik dicintai kalee). Lanjutannya sama dengan membenci. Cintai diri sendiri dulu, lakukan yang kau cintai dan cintai apa yang kau lakukan. Selesai.Lalu kolaborasikan mencintai dan membenci dengan baik. The end.

Ambil Bagian

“Mengambil bagian”, semua orang paham apa artinya dan sebenarnya sudah melakukannya. Namun banyak orang yang gagal paham dan merasa tak terlibat dan berada di luar apa yang sedang terjadi, lalu cuek dan pura-pura tak memerlukan apapun dari sistem yang sedang bekerja.
 
Seperti misalnya menonton iklan di televisi, gratis, tapi saat anda tonton, rating iklan itu naik dan pengiklan membayar lebih mahal untuk tayangan itu. Imbasnya harga produk tersebut menjadi lebih mahal. Tapi bisa jadi anda tak beli produk itu mungkin anda merasa tak ada ruginya. Tapi ingat, anda ada sistem, walau pun orang lain yang beli akan berimbas ke anda. Misalnya orang yang beli tersebut bawahan anda, yang karena harga produk itu naik, lalu ia minta naik gaji ke anda.
 
Kembali ke soal ambil bagian tadi, jadi mumpung anda ada si sistem,  anda bergerak atau tidak pasti berpengaruh, maka akan lebih baik jika kita jauh lebih sigap bertindak. Selalu mengedepankan bahwa saya lebih baik berjalan ditengah kerumunan dari pada diam lalu “ngentuk-ngentukin” kata orang Bali.. he…he

Apa Istimewanya Jika Satu Saat Kita Benar Sedangkan Musuh Kita Salah..Hasilnya Paling Kemenangan Sesaat..

Tak cukup hari ini saja kita ada di sini, besok atau lusa masih akan ada kita atau keturunan kita yang akan menerima balasan itu. Ini nyata, selalu berulang dan selalu sama yang dikorbankan. 

Hasilnya pun selalu sama…hanya rasa puas yang sesat dan sesaat. Ada sedikit pesta namun akhirnya melelahkan. Ada setumpuk kebahagiaan namun tak bisa jadi kenangan untuk dibawa serta.

Apapun itu, akan kita tinggalkan di sini. Maka jika yang kita tinggalkan itu banyak, pastikan itu hal yang berguna bukan yang lain…