Sendiri Itu Hanya Perasaan

Sedari lahir bahkan saat kita masih di kandungan bundapun kita tak pernah sendiri. Kita selalu menjadi bagian dari hiruk pikuknya suatu lingkungan.

Di perut ibu, kita ditemani lingkungan yang nyaman, yang bikin kita betah 9 bulan di sana. Sampai kemudian kita melihat dunia dimensi berikutnya.

Saat lahir dalam budaya apapun..ada kepercayaan kita ditemani saudara-saudara kita lainnya. ​Kita tak sendiri. Sama halnya dengan satu atom yang dikelilingi proton dan elektron di sekitarnya.

Jika demikian halnya maka..kita tak mesti takut lagi..kita senantiasa ada teman..dan hanya perasaan kita sajalah yang menciptakan kesendirian itu.

Membenci dan Menyayangi

Membenci? Jangan dulu anti dengan kata ini. Kita memang ditakdirkan terlahir dengan “bakat” ini dan seiring waktu kita semakin lihai melakukan ini. 

Lalu apakah ini wajar? Jawabannya..ya. Mari kita membenci diri sendiri dulu. Benci jika kita berbuat tak sesuai aturan,benci jika bicara kasar, benci korupsi dan kebencian-kebencian lainnya.

Mencintai..wow siapapun suka..(tapi lebih baik dicintai kalee). Lanjutannya sama dengan membenci. Cintai diri sendiri dulu, lakukan yang kau cintai dan cintai apa yang kau lakukan. Selesai.Lalu kolaborasikan mencintai dan membenci dengan baik. The end.

Ambil Bagian

“Mengambil bagian”, semua orang paham apa artinya dan sebenarnya sudah melakukannya. Namun banyak orang yang gagal paham dan merasa tak terlibat dan berada di luar apa yang sedang terjadi, lalu cuek dan pura-pura tak memerlukan apapun dari sistem yang sedang bekerja.
 
Seperti misalnya menonton iklan di televisi, gratis, tapi saat anda tonton, rating iklan itu naik dan pengiklan membayar lebih mahal untuk tayangan itu. Imbasnya harga produk tersebut menjadi lebih mahal. Tapi bisa jadi anda tak beli produk itu mungkin anda merasa tak ada ruginya. Tapi ingat, anda ada sistem, walau pun orang lain yang beli akan berimbas ke anda. Misalnya orang yang beli tersebut bawahan anda, yang karena harga produk itu naik, lalu ia minta naik gaji ke anda.
 
Kembali ke soal ambil bagian tadi, jadi mumpung anda ada si sistem,  anda bergerak atau tidak pasti berpengaruh, maka akan lebih baik jika kita jauh lebih sigap bertindak. Selalu mengedepankan bahwa saya lebih baik berjalan ditengah kerumunan dari pada diam lalu “ngentuk-ngentukin” kata orang Bali.. he…he

Apa Istimewanya Jika Satu Saat Kita Benar Sedangkan Musuh Kita Salah..Hasilnya Paling Kemenangan Sesaat..

Tak cukup hari ini saja kita ada di sini, besok atau lusa masih akan ada kita atau keturunan kita yang akan menerima balasan itu. Ini nyata, selalu berulang dan selalu sama yang dikorbankan. 

Hasilnya pun selalu sama…hanya rasa puas yang sesat dan sesaat. Ada sedikit pesta namun akhirnya melelahkan. Ada setumpuk kebahagiaan namun tak bisa jadi kenangan untuk dibawa serta.

Apapun itu, akan kita tinggalkan di sini. Maka jika yang kita tinggalkan itu banyak, pastikan itu hal yang berguna bukan yang lain…

Ojek Sampah Online

Sekarang jaman IT dan teknologi yang makin ramah dan bermasyarakat. Banyak sekali kita lihat pemanfaatannya yang sebelumnya tidak terpikirkan namun sekarang ini justru sangat populer.
Ojek online misalnya, adalah salah satu fenomena tak terbantahkan, dimana peminat layanan ini begitu menghebohkan dunia digital tanah air.

Padahal ojek adalah keperluan sehari-hari yang sepele bagi sebagian orang namun dengan kemudahan teknologi aplikasi-nya, menjadikana layanan transportasi roda dua ini menjadi manarik. Persis seperti suatu barang yang dikemas ulang menjadi sesuatu yang menarik.

Lalu apa itu ojek sampah? Ini mungkin adalah ide lain atau pengembangan selanjutnya. Banyak orang diperkotaan tentunya memiliki masalah sampah. Kemana harus dibuang karena TPA terlalu jauh dan rumah tak terjangkau truk sampah. Maka kendaraan roda dua adalah solusinya.

Namun mungkin pengguna jasa ini bakalan tak berjalan baik, jika kesadaran buang sampah masyarakat kita belum tinggi. Namun untuk ide mungkin hal yang baik untuk dijadikan masukan. Ada yang berminat mungkin?