Siasati hidup dengan keseimbangan.

Kita tidak perlu harus jadi ahli tafsir agama untuk mengetahui bahwainti dari hidup di dunia serba tidak menentu ini adalah keseimbangan. Mau cari teori tentang keseimbangan lainnya, saya yakin anda pasti akan menemukan ratusan jenis judulnya dengan ketebalan yang bervariasi. Namun hal ini belum tentu menjamin anda sukses menjalaninya.

Taat beragama memang kunci yang utama, namun orang terkadang lupa bahwa mereka terlalu berharap kalau berdoa saja sudah cukup atau mungkin mereka tahu kalau berdoa lalu berusaha hasilnya pasti akan dicapai. Padahal dalam prosesnya mereka melanggar aturan keseimbangan dalam alam ini yang menjadi dari kegagalan tersebut, tidak mendapat perhatian dari kita.

Inti keseimbangan ini bisa anda pelajari dari berbagai sumber, namun intinya adalah keseimbangan harus tercapai dalam setiap detik kehidupan. Kita harus sadari Bumi mengelilingi Matahari adalah keseimbangan, ada siang dan malam adalah keseimbangan, ada panas dan dingin juga adalah keseimbangan. Termasuk dinamika yang saling berlawanana antara sedih dan bahagia serta aspek lain kehidupan ini terjadi sebagai bentuk dari penyeimbang untuk kesetaraan dan kontinuitas kehidupan.

Kalau kita menyadari dualisme tadi, maka kita akan bisa mengendalikan sikap apapun yang muncul dalam diri kita sebagai reaksi dari peristiwa yang akan maupun sedang kita alami. Sebagai contoh yang umum dimasyarakat kita saksikan adalah masalah Ekonomi, yaitu pemenuhan kebutuhan pokok suatu keluarga. Seringkali seorang kepala keluarga mendapatkan kesulitan untuk bisa memenuhinya. Dia sudah berusaha namun masih menglami kendala dan selalu gagal. Alhasil ia harus memenuhinya dengan cara berhutang. Lama kelamaan hutang yang ia miliki bertambah dan menumpuk dan macet. Ia pun meminjam pada beberapa teman maupun kerabat untuk mengembalikannya, namun ternyata masih juga belum cukup. Alhasil dia masih tetap berhutang pada toko sembako dan hutang lainnya pada kerabat tadi. Suatu hari dia memutuskan untuk mengakhiri hidup dan bunuh diri.

Cerita ini nyaris menjadi realita dalam masyarakat kita. Konsep penyelesaiaan dalam cerita ini adalah bentuk keseimbangan yang disediakan oleh alam untuk sekian ketidakseimbangan yang terjadi sebelumnya. Cuman memang jalan yang dipilih tidaklah dibenarkan norma dan agama. Tapi sekali lagi alam tidak mengenal itu, dia akan selalu mencari titik keseimbangannya walau dengan cara apapun. Kita akan bahas lagi cerita diata dengan skenario keseimbangan lain. Jadi tulisan ini akan bersambung.

Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s