Sampah dan Penanganannya

Sampah dan permasalahannya

Sampah kini masih dipandang sebagai momok yang menakutkan oleh warga kita. Seringkali penanganannya menimbulkan berbagai polemik di antara kita, tentang bagaimanakah seharusnya diperlakukan. Masing-masig pihak seringkali saling serang dan menyalahkan. Tidak saja dilevel atas atau organisasi dan instansi, tapi juga sudah menjalar ke level bawah yaitu masyarakat umum kita dibawah.

Kasus- kasus seperti sengketa lahan tempat pembuangan akhir (TPA) menunjukkan betapa lemahnya masyarakat kita dalam memanajemen sampah kita sendiri. Tidak ada kerelaaan dan tangung jawab bersama yang mereka miliki mengenai permasalahan ini. Hal hasil kita akan tetap tak bisa

Sampah dan Nilai ekonominya

Ketimbang nguusing dan menganalisa dampak sampah terhadap lingkunga (seringkali membosannkan untuk dibicarakan), maka alangkah baiknya kita harus mulai membicarakan dampak ekonomi yang mungkin bisa kita manfaatkan dari sampah. Yang saya maksud disini adalah segala jenis sampah harus kita buatkan nilai eknominya. Dan agar nilai ekonominya ada maka cara terbaik tentunya adalah member nilai tambah atau melakukan pemanfaatan terhadap sampah dan limbah. Saya tiadak akan membahas hal ini lebih lanjut. Karena sudah banyak cara memanfaatkan sampah untuk berbagai keperluan.

Namun disini saya ingin ungkapkan bagaimana caranya agar semua sampah bisa sampai semuanya ke proses pengolahan kembali. Jadi tidak ada yang tercecer di jalan, selokan, sungai atau bahkan di laut sekalipun.

Pembelian kembali sampah masyarakat

Ini adalah metode paling ampuh untuk memastikan semua sampah yang dihasilkan industri, bisa kita tarik ke tempat pengolahannya. Yaitu dengan system pembelian kembali atau buy back. Ini saya kira akan sangat efektif nantinya, karena sampah yang dihasilkan industri pada umumnya merupakan bahan anorganik yang bisa kita olah kembali.

Masyarakat selaku pembeli produk akan sangat tertarik untuk turut serta, karena apa yang mereka anggap sampah sebelumnya, sesungguhnya bisa menjadi produk yang memiliki nilai jual. Dalam mekanismenya secara garis besarnya sebagai berikut:

  1. Industri harus memasukkan komponen biaya pengolahan sampah atau pembelian pembungkus produk mereka kembali pada komponen biaya. Karena biaya ini akan digunakan untuk biaya pengolahan sampah. Jadi setiap produk sudah memiliki biaya sampahnya masing-masing.
  2. Nantinya masyarakat dengan mudah bisa mengembalikan pembungkus produk yang dibelinya dengan imbalan. Bisa saja dilakukan ketempat mereka membelinya.

Saya kira demikian secara garis besarnya. Mekanismenya tentu harus melalui pembahasan di lembaga pemerintahan dan mungkin harus disertai peraturan perundang-undangan. Jadi kita persilakan para wakil rakyat kita di DPR bisa mempersiapkannya.

2 thoughts on “Sampah dan Penanganannya

  1. INFO YG BGS, HAX SJ ADA HAL YG TERLUPAKAN YAITU WARGA YNG TERGABUNG DLM KOMUNITAS PEMULUNG. ANDIL MEREKA SERINGKALI TERLUPAKAN. TLG PUBLIKASIKAN PERAN MEREKA DONG!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s