Etika bisnis seorang enterpreneur

Dalam era informasi dan globalisasi dewasa ini, semua orang berlomba-lomba untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada. Yang kita maksud sebagai peluang tidak lain adalah suatu kesempatan yang memungkinkan seseorang meniti kariernya ke jenjang yang lebih tinggi. Misal dari seorang OB naik menjadi staff administrasi, dari karyawan biasa menjadi seorang manajer atau bahkan dari seorang karyawan menjadi seorang wira usaha mandiri. Memang factor ketekuanan dan skill sangat dominan di sini, namun ada factor luck yang sering diabaikan oleh seorang enterpereneur.

Bagi yang menyadari factor luck tadi, ada pula yang menyalahartikannya dimana luck yang dia maksud bukanlah suatu keberuntungan namun adalah suatu pemanfaatan situasi demi kepentingannya sendiri. Disini dituntut bagi setiap calon enterpereneur untuk memiliki sikap mental yang tangguh dan jangan sampai meninggalkan moralitas.

Sudah umum terjadi bahwa seorang eks kayawan menekuni bisnis mandirinya tidak jauh dari skill yang didapatnya dari tempat kerja sebelumnya. Hal ini saja dari segi moralitas sudah tidak bisa dibenarkan, mengingat kemungkinan besar dia akan terjadi persaingan tidak sehat antara company asal dengan company eks employee ini. Akan timbul konflik yang kemudian membuat salah satunya harus out dari percaturan bisnis.Ujung-ujung akan menambah penganguran kalau itu terjadi. Padahal seharusnya ada sinergi yang terjadi.

Yang lebih parah dari itu, seorang interpreneur baru seringkali mengambil lahan usaha atau mencaplok source eks companynya. Misalnya: akses SDM, bahan baku atau yang terparah customer eks companynya. Wah ini malah tambah runyam. Enterpreneur seperti ini tidak bisa dikategorikan sebagai entrepreneur sama sekali. Dia cuma seorang parasit yang siap mengeruk keuntungan untuk dirinya sendiri.

Saya tegaskan sekali lagi, dasar kita untuk menjadi entrepreneur harus murni untuk mencipatakan peluang atau lapangan kerja baru kalau mengambilnya begitu saja dari pihak lain tentu saja bukan entrepreneurship namanya. Spiritnya nggak dapat walaupun secara logika ada kemajuan yang telah dicapai oleh orang tersebut.

Ok guys, thank you for reading it, I hope it is usefull enough.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s