Mesin Waktu

Technorati Tags: ,

Indonesia::English
Dari buku hingga film

Sedari kecil saya sangat menyukai science fiction, suatu dunia hayalan yang belakangan saya ketahui merupakan cikal bakal dari semua penemuan yang merubah wajah dunia kita. Ada yang memang sangat bermanfaat bagi umat manusia dan tidak jarang malah menimbulkan keseangsaraan.

Salah satu science fiction yang sangat saya sukai adalah time travelling atau perjalanan waktu dengan menggunakan time machine atau mesin waktu. Ide ini saya anggap ide paling fenomenal dari orang-orang jaman dulu yang terangkum dalam novel karya Jules Verne. Sungguh ide yang brilian yang mungkin suatu saat nanti bisa terwujud.

Seperti kita ketahui kemudian buku ini mengilhami puluhan bahkan mungkin ratusan karya lainnya baik berupa buku, drama, esay maupun film, yang menggambarkan secara lebih detail maupun dramamtis mengenai hal-hal yang mungkin terjadi dalam perjalanan waktu tersebut.

Nah dari beberapa sumber yang pernah saya baca maupun tonton, menggelitik saya untuk membuat teori saya sendiri mengenai perjalanan waktu atau time travelling ini. Hanya sekedar ide tentunya dan mungkin saja tidak masuk diakal. 

Konsep ruang dan waktu

Dalam science ruang dan waktu adalah dua dimensi yang berbeda. Dimana konsep ini menjelaskan bahwa sesungguhnya mereka merupakan dua dimensi yang berseberangan. Ruang dan waktu atau kalau di Hindu disebut Desa dan Kala mempengaruhi suatu kondisi atau Patra. Dari konsep ini saya bisa analisa bahwa jika kombinasi tempat dan waktu adalah koefisien A dan B serta Kondisi adalah C, maka A+B=C

Apabila A dan B berubah maka C akan mengalami perubahan. Jika A dan B perubahannya signifikan maka C akan berubah signifikan pula. Sudah barang tentu B (waktu) adalah koefisien yang perubahannya bersifat pasti dan adalah hal yang tidak bisa kita ganggu gugat. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk bisa mewujudkan mesin waktu yang kita maksud?

Konsep Rekondisi A

Konsep rekondisi adalah A suatu upaya untuk mencapai C (kondisi) yang diinginkan tanpa merubah B (waktu) karena pada hakekatnya B tidak bisa kita rubah atau dikembalikan seperti awal. Untuk merubah C maka yang diperlukan adalah merubah atau merekondisikan A (tempat). Konsep merubah A (tempat) ini bisa diibaratkan seperti halnya kalau kita berpindah ketempat yang lebih kebarat di bumi ini apabila kita ingin terus menerus melihat matahari/ siang. Jadi seolah-olah waktu tidak berubah sama sekali.

Bisa dibayangkan effort atau usaha yang harus dilakukan untuk melakukan hal itu adalah kita harus travelling mengelilingi globe ini tepat di khatulistiwanya dengan kecepatan kurang lebih 1.600 km/ jam (keliling bumi 40.075 km/ 24 jam) atau kurang lebih 1 1/2 kali kecepatan suara.

Kesimpulan awal

Dari konsep diatas maka yang harus dilakukan oleh mesin waktu adalah bagaimana agar mesin bisa menagkap pergerakan atau perpindahan A (tempat), kedalam suatu simulasi dan perhitungan maha rumit. Ini ibaratnya sebuah kamera yang merekam suatu kejadian yang akhirnya bisa kita nikmati hasilnya kapan saja dan dimana saja.

Mesin waktu ini tidak saja mempunyai kemampuan merekam setiap kejadian masa sekarang ke masa depan, namun juga masa lalu sebelum adanya teknologi ini, seperti di film Dejavu lah. Bagaiman caranya? Menurut saya kayaknya mesin ini nantinya akan mengcombine berbagai data mulai dari literature kuno, data fosil, catatan sejarah dan bahkan catatan pribadi orang, untuk kemudian diolah oleh super processornya untuk kemudian disajikan dalam bentuk visual 3 dimensi. Bisa dibayangkan alangkah besarnya database mesin ini nanti.

Jadi inilah saya kira mesin waktu yang bisa diwujudkan oleh umat manusia dan setiap orang nantinya bisa memasukinya seperti kita pergi ke planetarium. Sekarang pertanyaannya, seberapa perlukah kita memiliki mesin waktu seperti ini?

Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s