Pemilu Masa Depan

Kisruh pemilu tahun 2009, menjadi suatu kenyataan yang cukup mengerikan. Carut marut DPT, tingginya golput akhirnya benar-benar terjadi. Golput yang disinyalir melebihi 40% adalah merupakan suatu fenomena yang tidak bisa dianggap enteng. Apalagi ditambah dengan jumlah orang yang yang tidak terdaftar di DPT.

Solusinya adalah saatnya teknologi canggih dilibatkan. Singkirkan lembaran besar kertas suara, tidak perlu ada kendala logistik, dan DPT dibuat jadi instant. Saya kira anggaran 18 trillyunan sangat lebih dari cukup untuk itu. Yang diperlukan adalah:

  • Sistem komputer super canggih
  • Scan (sidik jari atau kelopak mata)
  • Sistem user device touch screen atau sejenisnya.

Mungkin tata cara Pemilu seperti berikut:

  1. Dipersiapkan unit-unit pengadaan mobiling KPU danTPS.
  2. Pegeluran ID DPT. Diadakan scan id (sidik jari atau scan kelopak mata) secara bertahap. Mungkin perlu waktu 1 bulanan, tergantung medan dan jumlah mobiling KPU-nya. Atau mungkin dilakukan online, asal ada scanner, lalu DPT diprint jangan sampai hilang. Hilang berarti tidak ada hak pilih. Scan jari juga menutup kemungkinan pemilih ganda. Tak perlu KTP, asal 18 thn keatas, siapapun bisa milih asal punya Jari dan mata.
  3. Setelah semua data up to date,maka dilakukan pemungutan suara. Bisa dilakukan serempak diseluruh Indonesia, online maupun tidak. Kalau yang online tinggal masukkan ID DPT di warnet. Kalau yang ke TPS mobiling, tinggal datang ke TPS mobiling, serahkan ID DPT, jadi bisa dibantu petugas. Tapi saat milih tinggal sentuh touch screen. Hasil diprint lalu masukkan ke kotak suara. Ini penting untuk rekap atau bukti ke Partai dan saksi. Printnya pakai dot matrix sehingga tidak kelihatan dari luar, seperti kalau kita dapat Pin ATM dari Bank.
  4. Selesai. Kalau Pemilu diadakan serempak, hari itu juga KPU bisa umumkan hasil sementaranya, sebelum hasil rekap dihitung. Kalau diadakan bertahap, maka akan ada delay.

Kalau jumlah TPS 600 ribuan dan anggaran 1 TPS untuk misalnya 1 komputer dan printer 10 jt, maka anggaran hanya terpakai 6 trilyun. Lalu pengadaan mobiling KPU yakni moblil yang berfungsi layaknya SOPP, kalau Kabupaten /Kota dijatah rata-rata 2 (sesuai luas), maka 483×2 kali anggaplah harganya1 milyar, maka itu hanya 1 trilyunnan saja. System dan lainnya saya rasa dianggarkan 5 trilyunan mungkin sudah lebih dari cukup. Jadi total sekitar 12 trilyun saja. Masih sisa 6 trilyunan.

Nah ini suatu solusi yang sangat jitu saya kira. Banyak kok kita punya SDM untuk itu. Dan yang terpenting Golput dan partiisipasi masyarakat bisa bertambah. Saya yaking gak ada yang bisa golput. Orang kalau dia nggak milih dia tidak bisa keluar begitu saja dari bilik suara.

Untuk amannya dimasing-masing TPS ditunjuk saja satu orang ahli IT untuk troubleshooting. Sehingga trouble yang mungkin terjadi bisa di manage segera. Anggaplah per orang digaji 1 juta maka dana tambahan lainnya sekitar 600 milyar. Daripada siasanya dikorupsi, iya nggak?

Oh,ya systemnya dibangun pakai Linux saja. Jadi aman dan murah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s