Sendiri Itu Hanya Perasaan

Sedari lahir bahkan saat kita masih di kandungan bundapun kita tak pernah sendiri. Kita selalu menjadi bagian dari hiruk pikuknya suatu lingkungan.

Di perut ibu, kita ditemani lingkungan yang nyaman, yang bikin kita betah 9 bulan di sana. Sampai kemudian kita melihat dunia dimensi berikutnya.

Saat lahir dalam budaya apapun..ada kepercayaan kita ditemani saudara-saudara kita lainnya. ​Kita tak sendiri. Sama halnya dengan satu atom yang dikelilingi proton dan elektron di sekitarnya.

Jika demikian halnya maka..kita tak mesti takut lagi..kita senantiasa ada teman..dan hanya perasaan kita sajalah yang menciptakan kesendirian itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s